Laporan Wartawan Magang : Sabiluna Khorunnisa
Bandar Lampung — Rencana pemerintah untuk menjadikan bahasa Portugis sebagai salah satu bahasa asing prioritas dalam kurikulum nasional menuai banyak tanggapan dari kalangan akademisi.
Salah satunya datang dari Nani Kusrini, dosen Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung.
Saat diwawancara tim Berjaya News, Madame Nani begitu beliau akrab disapa menyampaikan pandangannya kritis terkait kebijakan tersebut.
Menurutnya, belajar bahasa asing sangat sangat bermanfaat bagi pelajar Indonesia. Namun jangan diwajibkan
“Kalau belajar bahasa bagus, ya. Tapi yang menjadi dilema itu kata wajib,” ujar diwawancarai belum lama ini.
Nani menjelaskan, hingga saat ini belum ada bahasa asing lain di Indonesia selain bahasa Inggris yang benar-benar diwajibkan secara nasional.
Padahal, banyak universitas sudah lama membuka jurusan bahasa seperti Prancis, Jerman, Arab, Jepang, Mandarin, hingga Korea.
“Bahasa Inggris wajar diwajibkan karena sudah jadi bahasa international dunia. Tapi Portugis? Itu masih asing banget di telinga masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Sebagai aktif menjadi pengajar bahasa asing, Nani juga menilai kebijakan ini perlu kajian matang, mulai dari ketersediaan guru, bahan ajar, hingga kesiapan sekolah di berbagai daerah. Ia bahkan mencontohkan tantangan serupa yang dihadapi Program Studi Bahasa Prancis yang ia kelola.
“Kita saja yang ngajar bahasa Prancis, yang sudah puluhan tahun ada di Indonesia, masih sering kesulitan. Apalagi Portugis, yang bahkan jarang sekali didengar orang,” katanya seraya tersenyum kecil.
Madame Nani juga menyoroti masyarakat Indonesia cenderung lebih akrab dengan bahasa Inggris karena sering muncul di lagu, film, hingga media sosial.
Sementara bahasa Portugis, menurutnya, hampir tidak pernah terdengar dalam keseharian.
“Coba deh tanya ke orang-orang, siapa yang bisa sebut satu kata Portugis aja? Kayaknya banyak yang nggak tahu,” ujarnya dengan nada bercanda.
Meski begitu, Nani tetap melihat sisi positif dari kebijakan ini. Ia menilai, jika benar-benar dipersiapkan dengan baik, kehadiran bahasa Portugis bisa memperluas wawasan global generasi muda Indonesia.
“Belajar bahasa itu bagus. Tapi jangan karena kewajiban, melainkan karena kesadaran dan kebutuhan untuk berkembang,” tutupnya dengan senyum ramah.(*)












