BERJAYANEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bersama Polresta Bandar Lampung bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait fenomena “perang sarung” yang viral di media sosial. Langkah tegas diambil guna menjamin kekhusyukan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, memberikan klarifikasi mengenai video viral yang menunjukkan aksi perang sarung di salah satu kecamatan di Kota Tapis Berseri. Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut merupakan pertemuan tidak sengaja antar kelompok remaja dan berlangsung singkat.
“Saat tim Babinsa tiba di lokasi, kerumunan langsung membubarkan diri. Sayangnya, video tersebut sudah terlanjur viral,” ujar Kombes Pol Alfret, Kamis (26/2/2026).
Pihak kepolisian memastikan bahwa aksi tersebut tidak menimbulkan dampak fatal. Berdasarkan laporan dari Kapolsek di wilayah terkait, situasi saat ini sudah terkendali sepenuhnya.
“Laporan dari Kapolsek setempat memastikan bahwa situasi terkendali dan tidak ada korban jiwa maupun luka fisik dalam insiden tersebut,” tegasnya.
Menanggapi fenomena ini, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, langsung menginstruksikan pembentukan Tim Satgas Gabungan. Tim ini melibatkan elemen lintas sektor untuk mempersempit ruang gerak aksi anarkis remaja.
Elemen yang terlibat dalam Satgas Gabungan meliputi:
-
Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
-
Camat dan Lurah.
-
Ketua RT dan personel Linmas.
“Semua jajaran harus turun ke lapangan! Tim Satgas harus proaktif melakukan patroli. Jika menemukan kerumunan atau aktivitas mencurigakan, langsung lakukan interogasi,” kata Eva Dwiana.
Pemkot Bandar Lampung akan memperketat pengawasan pada jam-jam krusial, terutama menjelang waktu sahur. Satgas memiliki wewenang penuh untuk memeriksa remaja yang berkumpul secara mencurigakan dan akan langsung berkoordinasi dengan kepolisian jika ditemukan pelanggaran hukum.
Selain langkah preventif di lapangan, Wali Kota juga memberikan imbauan keras kepada para orang tua di Bandar Lampung. Ia menekankan bahwa pengawasan keluarga adalah kunci utama dalam mencegah kenakalan remaja.
“Orang tua harus lebih aktif memantau aktivitas anak-anak mereka. Seringkali orang tua tidak menyadari anak mereka terlibat tindakan berbahaya. Jika tim kami menemukan hal mencurigakan, kami akan tindak lanjuti bersama kepolisian,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara patroli intensif dan pengawasan orang tua, Pemkot dan Polresta berharap keamanan wilayah tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan nyaman.
(*)












