
BERJAYANEWS.COM. Momen Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada, 1 Mei, diwarnai dengan aksi penyampaian aspirasi damai dijantung Kota Bandar Lampung. Ratusan massa dari berbagai elemen organisasi turun ke jalan untuk mendesak perbaikan taraf hidup dan jaminan kesejahteraan bagi para pekerja di Bumi Ruwa Jurai, Jumat (1/5/2026).
Aksi ini merupakan bentuk kolaborasi besar aliansi Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) yang didalamnya tercatat, gabungan beberapa organisasi seperti, FPSBI KSN, Konfederasi KASBI Wilayah Lampung, FSBMM, hingga FSPM Independen hadir sebagai motor penggerak utama.
Dukungan dari aktivis kemanusiaan dan lingkungan seperti LBH Bandar Lampung, WALHI, DAMAR, PKBI, serta AJI Bandar Lampung juga ikut didalamnya.
Lantas, semangat perjuangan semakin membara dengan kehadiran kelompok mahasiswa dari BEM Unila, LMND, SMI, dan Himakta Malahayati, yang berdiri berdampingan bersama KPA Lampung, FKPB, dan FORMASTER.
Long march ratusan massa itu, kemudian memadati titik kumpul, diarea Tugu Adipura. Lalu tim orator bergantian menyuarakan tuntutannya diatas sebuah mobil pickup yang dijadikan mimbar orasi bebas, hingga pukul 17.00 WIB.
Beberapa poin krusial yang disoroti dalam aksi ini meliputi, Peningkatan standar kesejahteraan buruh yang dinilai belum ideal. Perlindungan hak-hak pekerja ditengah dinamika ekonomi nasional. Dan, mendesak kepada pemerintah daerah agar, lebih proaktif dalam mengawasi regulasi ketenagakerjaan
Disela akhir demo, Ketua Kesbangpol Kota Bandar Lampung, Veni Devialesti, memberikan apresiasi atas penyampaian massa dalam menyampaikan pendapat.
”Kami sangat menghargai aspirasi yang disampaikan oleh rekan-rekan buruh dan mahasiswa hari ini. Pemerintah Kota Bandar Lampung senantiasa membuka diri terhadap masukan yang konstruktif. Apa yang menjadi tuntutan kawan-kawan, akan kami jadikan catatan penting, untuk segera dikoordinasikan pada dinas terkait, demi menciptakan iklim kerja kondusif dikota ini” ujar Veni
Veni menambahkan, keharmonisan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah adalah kunci stabilitas ekonomi daerah.
Sepanjang pelaksanaan demontrasi, situasi terpantau aman. Semuanya dibawah pengawasan aparat Kepolisian serta tim pemantau wilayah.
M. Sahripudin, SP, selaku anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Bandar Lampung, yang ikut memantau langsung dilokasi, mengapresiasi tertibnya peserta aksi.
”Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali. Peserta aksi menyampaikan pendapatnya sesuai koridor yang berlaku” ucap Sahripudin.
Hingga menjelang petang, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Jalur lalulintas yang digunakan saat aksi berlangsung, perlahan kembali normal.
Diakhir, para demonstran berharap, aspirasi yang disampaikan ini, dapat menjadi bahan pertimbangan strategis bagi pemangku kebijakan, dalam merumuskan keputusan terkait ketenagakerjaan dimasa mendatang.
(Silo)












