BERJAYANEWS – Kasus kesalahpahaman antara sejumlah pemuda di Kabupaten Tanggamus, yang sempat diberitakan dan ramai di media sosial, kini berakhir damai.
Para pihak sepakat untuk saling memaafkan dan tidak melanjutkan persoalan ke ranah hukum.
Perdamaian dilakukan di rumah salah satu pihak bernama Putra, warga Desa Jati Indah, dengan disaksikan orang tua, aparatur desa, rekan LSM, dan wartawan setempat.
Perselisihan bermula dari persoalan telepon genggam milik Bayu yang digadaikan bersama untuk kebutuhan kelompok mereka. Namun, ponsel tersebut disebut hilang oleh Putra dan kemudian ditebus tanpa sepengetahuan yang lain.
Peristiwa itu memicu saling ejek dan tantangan di media sosial.
Situasi sempat memanas setelah Putra bercerita kepada kakak tirinya, Oki, bahwa dirinya dikeroyok oleh lima orang. Pernyataan itu kemudian menimbulkan kesalahpahaman baru hingga memunculkan pemberitaan di beberapa media daring.
Klarifikasi dan Pengakuan
Dalam keterangan kepada wartawan, Putra mengaku bahwa tidak ada pengeroyokan sebagaimana diberitakan. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian sempat terjadi tarik-menarik hingga dirinya terjatuh dan mengalami luka ringan akibat tergesek tembok.
“Saya memang sempat dimarahi dan dinasihati, tapi tidak ada pemukulan atau penganiayaan. Setelah itu kami saling memaafkan, dan saya juga sudah mengembalikan HP Bayu,” jelas Putra.
Putra juga mengaku sempat dipengaruhi untuk membuat laporan dengan keterangan tambahan yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Namun, ia akhirnya memilih untuk menyampaikan klarifikasi agar persoalan tidak berlarut.
Pihak keluarga dari kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Beberapa saksi menyebut bahwa proses mediasi berjalan kondusif dan disertai komitmen untuk tidak saling menuntut di kemudian hari.
Sementara itu, Oki, yang disebut dalam peristiwa tersebut, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan.
Hariansyah, pimpinan redaksi salah satu media yang sempat hadir saat pelaporan, menegaskan tidak memiliki kepentingan khusus dalam kasus ini.
“Saya hanya kebetulan ada di lokasi saat mereka melapor. Tidak ada kepentingan apa pun,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Aris, rekan media lainnya, yang berharap persoalan tersebut tidak diperpanjang.
“Kalau bisa diselesaikan baik-baik, selesaikan secara kekeluargaan. Tidak perlu saling lapor atau perang media,” katanya. (Raven)












