Berjayanews.com – Penurunan harga singkong yang signifikan di Lampung ternyata tidak hanya dirasakan oleh para petani, namun juga menyentuh keluarga Gubernur Lampung, Mirza. Ibunda Gubernur, Ibu Hj. Yurtati, turut merasakan dampak anjloknya harga komoditas ini di kebun miliknya.
Singkong yang seharusnya sudah dipanen dalam kurun waktu 8-10 bulan, kini masih teronggok di kebun Ibu Yurtati meskipun sudah berusia 18 bulan. Keputusan untuk menunda panen ini diambil karena harga singkong yang sedang anjlok.
Momen haru curahan hati Ibu Hj. Yurtati ini bahkan diunggah langsung oleh Gubernur Mirza melalui akun pribadi miliknya, @mirzano. Dalam unggahan tersebut, Gubernur Mirza turut menyertakan momen saat ia berkunjung ke kampung halamannya di Lampung Utara dan menyempatkan diri meninjau kebun sang ibunda.
View this post on Instagram
Ia bahkan turut serta mencabut beberapa batang singkong. Terlihat bahwa umbi singkong yang dihasilkan berukuran besar dan padat, membuktikan kesuburan tanah Lampung.
Momen ini menjadi pengingat bahwa persoalan harga singkong bukan hanya isu di kalangan petani di pedesaan, melainkan masalah yang berdampak luas dan menyentuh banyak keluarga di Lampung.
Saat ini, Gubernur Mirza diketahui sedang memperjuangkan stabilitas harga singkong di tingkat nasional. Harapannya, setiap petani, terutama mereka yang mengelola kebun kecil di desa-desa, dapat merasakan harga yang layak dan stabil untuk hasil panen mereka.












