BERJAYANEWS.COM — Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung mencatat lonjakan jumlah pasien sepanjang beberapa tahun terakhir. Memasuki pertengahan 2026, rumah sakit rujukan tertinggi di Provinsi Lampung ini terus menghadapi tingginya beban pelayanan, baik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun ruang rawat inap dan rawat jalan.
Berdasarkan data internal RSUDAM, grafik kunjungan pasien IGD menunjukkan tren fluktuatif yang cenderung meningkat. Pada 2023, jumlah pasien IGD tercatat sebanyak 23.339 orang, lalu sedikit turun menjadi 22.566 orang pada 2024. Namun, angka tersebut melonjak drastis pada 2025 menjadi 25.332 pasien.
Tekanan pelayanan berlanjut pada tahun ini. Sepanjang Januari hingga Juli 2026 saja, IGD RSUDAM telah menangani 15.145 pasien.
Lonjakan serupa terjadi di layanan non-darurat. Dalam kurun waktu tujuh bulan pertama pada 2026, angka kunjungan pasien rawat jalan tembus 70.723 orang. Sementara itu, pasien yang menjalani perawatan rawat inap pada periode yang sama mencapai 19.952 orang.
Direktur RSUDAM, dr. Imam Ghozali, Sp.An., K-MN., M.Kes., menyatakan bahwa tingginya angka kunjungan tersebut mencerminkan besarnya ekspektasi dan kepercayaan publik terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah ini.
“Setiap pasien yang datang membawa harapan untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Bagi kami, tingginya angka kunjungan ini bukan sekadar statistik atau pencapaian, melainkan amanah yang harus dijawab dengan pelayanan yang profesional, aman, ramah, dan bermutu,” kata Imam lewat keterangan tertulisnya, Kamis, (13/8/2026).
Baca Juga: Kunjungi RS Abdul Moeloek, Helmi Hasan Sapa Pasien Kelas III dan Beri Tali Asih
Imam menegaskan, manajemen tidak boleh berpuas diri dengan angka-angka tersebut. Tingginya ketergantungan masyarakat pada RSUDAM justru menuntut perbaikan sistem secara menyeluruh agar tidak terjadi penumpukan dan penurunan mutu layanan.
Untuk merespons tingginya beban kerja rumah sakit, RSUDAM kini tengah memacu sejumlah pembenahan internal. Langkah transformasi tersebut meliputi peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), pemenuhan sarana dan prasarana medis, pengembangan unit layanan unggulan, hingga digitalisasi sistem pelayanan kesehatan guna memangkas birokrasi dan waktu tunggu pasien.
“Semakin besar kepercayaan masyarakat, semakin besar pula tanggung jawab kami. RSUDAM tidak boleh berhenti berbenah. Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan hadir lebih cepat, mudah, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien,” ujar Imam.
(*)












